Jumat, 02 September 2011

Konsep Sambutan Koordinator Umum

Berikut ini akan diberikan konsep sambutan Koordinator Umum kegiatan Shalat Idul Fitri 1432 H. yang dibacakan langsung oleh Bp. H. Masduqi Ikhsan. Konsep ini dibuat oleh Sekretaris, Bp. Bambang Wahyudi.


Sambutan Koordinator Umum

Yang saya hormati:

1. Pimpinan Wilayah Pondok Sukmajaya Permai Depok,
  Bapak-bapak RW beserta seluruh jajarannya, Bapak-Ibu RT beserta seluruh jajarannya;
2. Pimpinan beserta jajaran dari Enam Dewan Kemakmuran Masjid/ Mushola
    Di lingkungan perumahan Pondok Sukmajaya dan Sekitarnya;
3. Ibu Pimpinan PKK beserta seluruh jajarannya;
4. Khotib, Bapak Prof. Dr. Achmad Mubarok, MA.;
5. Para tamu undangan sekalian;
6. Seluruh Panitia Bersama Shalat Idul Fitri 1432 H dari 6 DKM
7. Para donatur dan penyumbang pada kegiatan ini;
8. Para jemaah pada umumnya.
Segala puji bagi Allah yang Maha Kuasa atas setiap diri makhlukNya, maka pada pagi ini, tidak ada yang pantas kita ucapkan selain mengumandangkan takbir, tahmid, dan tasbih membesarkan AsmaNya. Karena atas keridhoanNya-lah pagi ini kita masih diberi usia dan kesempatan untuk mengabdi kepadaNya dan kepada sesama makhlukNya.

Shalawat dan salam kita curahkan ke hadirat Nabi Besar Muhammad SAW. karena atas pengorbanan dan perjuangannya-lah, kita diberi jalan terang dalam menapaki sendi-sendi kehidupan ini sesuai dengan garis yang telah diberkahi Allah SWT. Semoga kita dapat selalu mengikuti segala sunnah rasul Muhammad SAW dan mendapat safaat darinya di hari akhir nanti. Aamiin.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan para hadirin sekalian,

Pada hari ini, sebentar lagi  Insya Allah kita akan melaksanakan shalat Idul Fitri 1432 H. secara bersama-sama dari jamaah di 6 DKM, yaitu (1) Masjid Al-Muttaqin, (2) Masjid Al-Amin, (3) Mushola Baitul Jamaah, (4) Mushola Al Fatah, (5) Mushola Nur-Rahman, dan (6) Mushola Baitun-Nur. Penyelenggaraan sholat bersama ini adalah untuk yang kedua kalinya dan mudah-mudahan untuk seterusnya dengan penyelenggaraan yang semakin baik dan terus semakin baik lagi. Pada tahun 1431 H. DKM Al-Muttaqin yang menjadi koordinator pelaksana, pada tahun 1432 H. kali ini, giliran DKM Al-Amin yang menjadi coordinator pelaksana, dan pada tahun 1433 H. mendatang kembali giliran Al-Muttaqin.

Dengan bersatunya seluruh umat muslim di Pondok Sukmajaya Permai ini Insya Allah akan menjadikan kita lebih kukuh, lebih besar, dan lebih erat. Dengan eratnya tali silaturrahim yang telah kita bina, Insya Allah akan memunculkan rasa kasih sayang di antara kita, sebagai mana yang telah diperintahkan Allah dengan sifat “Rahman” dan “Rahim”Nya. Dengan munculnya rasa kasih-sayang di antara kita, maka tidak ada lagi kesulitan yang tidak dapat kita pecahkan bersama.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan para hadirin sekalian,

Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut mendukung persiapan pelaksanaan acara ini, yaitu kepada Bank Syariah Mandiri, Yayasan Pendidikan Rachmaniyah, seluruh panitia, dan para donatur sekalian yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Semoga amal baik Bapak/ Ibu/ Saudara/I sekalian mendapat ganjaran yang berlipat dari Allah Yang Maha Luas KaruniaNya.

Perlu diketahui bahwa hasil dari pengumpulan infaq pada pagi ini dari seluruh jamaah, utamanya akan digunakan untuk mencicil pembangunan masjid Al-Amin yang secara keseluruhannya diperlukan dana sebesar minimal 2 milyar rupiah. Semoga infaq yang Bapak/ Ibu/ Saudara/ Saudari keluarkan pagi ini akan menjadi tabungan akhirat yang tidak terputus karena diniatkan untuk mewujudkan bangunan Masjid Al-Amin sesuai dengan yang telah direncanakan. Aamiin.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan para hadirin sekalian,

Dengan kebersamaan kita dalam melaksanakan setiap shalat Idul Fitri dan Idul Adha di Pondok Sukmajaya Permai ini, Insya Allah akan berimbas pada pengembangan kebersamaan dalam kegiatan-kegiatan lain, baik kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan, maupun kegiatan-kegiatan keagamaan, misalkan pada setiap acara perayaan hari besar Islam seperti perayaan 1 Muharam, Maulid Nabi, dan sebagainya. Secara nyata kita wujudkan sunnah rasul untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di antara kita.

Mari mulai kita tradisikan untuk membentuk panitia bersama, bukan hanya dari keenam DKM beserta jajarannya saja, tetapi termasuk di dalamnya organisasi-organisasi kemasyarakatan lainnya yang peduli dengan lingkungan tempat tinggal kita ini. Misalkan saja dari Pengurus RT, RW, PKK, karang taruna, dan komunitas-komunitas yang ada di lingkungan kita. Semoga kita dapat menjadi contoh tentang arti kebersamaan bagi daerah-daerah lain.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan para hadirin sekalian,

Berbicara mengenai pembentukan tradisi yang baik, maka sudah sepantasnya sejak dini kita harus melibatkan para remaja dan generasi muda kita dalam berbagai kegiatan, khususnya kegiatan keagamaan kita. Karena kepada merekalah masa depan wilayah kita akan kita serahkan. Termasuk dalam kepemimpinan di masjid atau mushola yang biasa disebut dengan Dewan Kemakmuran Masjid/ Mushola, keterlibatan generasi muda akan sangat berarti karena tantangan di masa depan berbeda dengan tantangan yang ada saat ini. Dengan melibatkan generasi muda pada saat ini, maka proses estafet kepemimpinan dapat berjalan dengan mulus.

Begitu juga dengan DKM Al-Amin, bila ada generasi muda yang lebih cakap, lebih terampil, dan lebih agresif untuk dapat menyelesaikan pembangunan Masjid Al-Amin, maka dengan legowo, dengan ikhlas, kami generasi lama mempersilakan para generasi muda untuk tampil memimpin Al-Amin, kami generasi sebelumnya akan menjalankan pepatah ‘tut wuri handayani’ (mendukung dari belakang).

Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan para hadirin sekalian,

Demikian sambutan saya selaku Koordinator Umum pada kegiatan sholat Idul Fitri ini dan Idul Adha 1432 H. mendatang. Bila ada hal-hal yang salah yang kami lakukan, atau ada hal-hal yang tidak berkenan di hati Bapak/ Ibu/ Saudara/ Saudari sekalian, kami mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Kami berharap kepanitiaan ini terus berlanjut untuk kegiatan shalat Idul Adha 1432 H. mendatang sebelum pada tahun berikutnya, kepanitiaannya akan diserahkan sepenuhnya  sesuai dengan kesepakatan kepada DKM Masjid Al-Muttaqin.

Demikian, atas segala perhatian dan bantuannya, kami ucapkan terima kasih.


وَبَرَكَاتُهُ اللهِ وَرَحْمَةُ السَّلاَمُ وَعَلَيْكُمْ

Nb.: bagi yang ingin mengajukan pertanyaan, silakan email ke yamaro.depok@gmail.com

Selasa, 30 Agustus 2011

Isi Khutbah Prof. Dr. Achmad Mubarok, MA

Berikut isi teks khutbah Bapak Prof. Dr. Achmad Mubarok, MA yang disampaikan pada khutbah shalat Idul Fitri 1432 H. di lingkungan perumahan Pondok Sukmajaya Permai, Depok. Khutbah yang ditulis di sini merupakan teks khutbah yang menggunakan huruf Latinnya saja.

Idul Fitri : Meluruskan Kembali Fitrah Kehidupan
Teks Chutbah `Id al Fitri 1432 H/2011 M
Oleh : Prof. Dr. Achmad Mubarok, MA
Di Sukmajaya Depok

Kaum muslimin yang berbahagia

   Pada hari ini kaum muslimin di seluruh dunia  sedang menghadapkan wajahnya ke arah yang sama dan mengumandangkan takbir, tasbih dan tahmid yang sama, ada yang di masjid, ada yang di lapangan dan di tempat-tempat lain. Semuanya mengumandangkan tahlil, takbir dan tasbih, mengagungkan dan mensucikan asma Alloh s.w.t. Kita semua sedang merayakan hari raya Idul Fitri, satu hari yang dinisbahkan dengan ungkapan syukur setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Idul Fitri juga dinisbahkan sebagai hari dimana orang yang telah berpuasa, mencapai tingkat keadaan terampuni;  kembali kepada fitrahnya sebagai insan, `id ila al fitrah..

1. Fitrah Manusia
Allohu Akbar 3x
Kaum muslimin yang berbahagia

      Manusia adalah satu-satunya mahkluk yang bisa menjadi subyek dan obyek sekaligus. Ia bisa merenungkan tentang diri sendiri, mengukur diri sendiri dan menyalahkan diri sendiri. Kenapa ? karena sesuai dengan firman Allah dalam al Qur’an, manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk psikologis yang sempurnya (laqad kholaqna al insana fi ahsani taqwim). Manusia memiliki kapasitas-kapasitas yang memungkinkannya mencapai derajat tinggi sebagai makhluk yang bermartabat, jika ia memelihara martabatnya sebagai makhluk yang mulia. Tetapi manusia juga bisa terjerembab ke lembah kenistaan yang sangat nista, jika ia menyimpang dari fitrahnya sebagai makhluk yang mulia, ( tsumma rodadnahu asfala safilin)

     Fitrah adalah keadaan semula jadi manusia, yang merupakan desain kapasitas . Menurut fitrahnya, pada dasarnya manusia adalah baik, oleh karena itu jika manusia melakukan kebaikan, ia dapat melakukannya dengan mudah (laha ma kasabat). Sebaliknya jika manusia memilih melakukan kejahatan, maka ia harus bersusah payah berperang dulu melawan nuraninya, karena kejahatan itu bertentangan dengan bisikan hati nuraninya (wa`alaiha ma iktasabat). Jika Rasul bersabda bahwa semua bayi lahir dalam keadaan fitrah, (kullu mauludin yuladu `ala al fitrah) maknanya bahwa indicator fitrah manusia dapat dilihat ketika ia masih bayi. Meski bayi yang baru dilahirkan dalam keadaan basah oleh cairan dan menangis, tetapi ia tetap menarik, ibu nya tersenyum, ayahnya tersenyum lebar, kakek neneknya juga menyambut dengan riang gembira. Bahkan ketika sang bayi digendong kemudian pipis, ia dikatakan wah…bayinya sudah pintar, sudah bisa pipis. Pipis pun dipandang prestasi. Jadi pada dasarnya, manusia adalah mahkluk yang jujur, simpatik dan memancing kasih sayang.
       Hanya saja, bersamaan dengan pertambahan umur,  pertambahan kepandaian dan pertambahan karir, manusia sering menyimpang dari fitrahnya. Anak usia kelas enam SD sudah bisa berbohong, ketika remaja sudah bisa tawuran dan ketika dewasa kenakalannya meningkat dan bahkan bisa menjadi jahat. Lebih dahsyat lagi adalah kenakalan yang dilakukan orang tua, kenakalan orang yang sudah mencapai jabatan yang tinggi atau bisnis yang besar.  Jadi kejahatan adalah penyimpangan dari fitrah manusia. Jika masyarakat dari suatu negeri banyak melakukan penyimpangan dari fitrahnya, misalnya korupsi, merusak, anarkis dan sadis, maka negeri itu pasti tidak nyaman untuk ditinggali. Tetapi jika masyarakatnya memelihara fitrahnya sebagai makhluk yang bermartabat, jujur, simpatik dan penuh kasih sayang, maka negeri itu pasti indah serasa surga.

2. Pilar-Pilar Negeri Bermartabat
Allohu akbar 3x
Kaum muslimin yang berbahagia

       Negeri kita Indonesia, dibangun oleh para pendiri negeri ini dengan semangat luhur yang disertai keyakinan kepada Tuhan, sehingga dalam pembukaan UUD 45 disebutkan; Atas berkat Rahmat Alloh  disertai keinginan luhur, bangsa ini mencapai kemerdekaannya. 66 tahun sudah negeri ini berdiri, presiden sudah silih berganti,  orde juga sudah sering berganti.  Jatuh bangun dan pasang surut sejarah telah kita alami, dan sekarang kita sedang berusaha keluar dari krisis yang menimpa bangsa ini.

        Dari perjalanan sejarah selama 66  tahun ini dapat kita tarik pelajaran, bahwa krisis yang menimpa negeri ini antara lain disebaban karena ketidak-konsistenan kita, terutama para pemimpin negeri ini terhadap cita-cita kemerdekaan. Tuhan telah memberikan kepada bangsa Indonesia alam yang sangat kaya dan indah. Tetapi kita warga bangsa yang belum bisa mengelola negeri ini dengan benar sehingga kekayaan dan keindahan itu dapat kita rasakan hingga ke generasi mendatang. Negeri ini akan menjadi surga atau neraka, sangat bergantung kepada kita sebagai warganya.

     Menurut hadis Nabi, suatu negeri  dapat dijadikan sebuah taman yang indah, jika disangga oleh enam pilar;

Addunya bustan, tuzuyyinat bi khomsati asyyaa;bi `ilmil `ulama, wa `adlil umara, wa amanatit tujjar, wa sakhawatil aghniya, wad a`watil masakin, wa nashihatil muhtarifin

 
Artinya; Dunia adalah taman, jika ia dihiasi oleh lima/enam hal;  (1) oleh ilmunya ulama (2) adilnya umara, (3) kejujuran pengusaha,(4) kontribusi orang kaya (5) doanya orang msikin dan (6) disiplin para pekerja.


      a. Pilar 1; ilmunya ulama


Yang dimaksud ilmunya ulama sebagai pilar negeri adalah konsep yang ilmiah. Konstitusi, UUD, Peraturan yang dibuat di negeri ini haruslah ilmiah, logis, masuk akal dan dapat diuji oleh kritik. Jika konsepnya benar atau ilmiah, maka jalannya negeri ini akan menuju ke arah yang benar.

  1. Pilar 2; keadilan Umara

 Sebaik apapun konsep, jika pelaksanaannya tidak konsisten maka, keilmiahan Undang-undang dan peraturan menjadi tak berdaya guna. Nah yang bertugas menegakkan konstitusi dan peraturan adalah penguasa, atau pemerintah atau umara menurut bahasa agama. Adil artinya menempatkan sesuatu pada tempatnya. Jika Pemerintah mampu menempatkan segala sesuatu pada tempatnya sesuai dengan konsepnya yang benar, maka tatanan kehidupan masyarakat akan tertib dan bermartabat. Karena menegakkan keadilan itu bukan pekerjaan mudah, maka pemegang kekuasaan (umara) haruslah orang kuat. Karena kekuasaan sering menggoda, maka diperlukan adanya system pengawasan, baik oleh aturan maupun oleh masyarakat, sehingga peluang menyimpang dari prinsip keadilan tidak mudah terbuka.

        c. Pilar ketiga; Kejujuran Pedagang

        Pedagang adalah mereka yang berjasa mendekatkan konsumen dari kebutuhannya, dan untuk itu mereka boleh mengambil untung yang wajar. Pedagang yang jujur akan menumbuhkan rasa aman (trust) masyarakat, sebaliknya kecurangan pedagang menjadikan hati masyarakat was-was. Pedagang yang jujur akan menjadi pilar masyarakat yang bermartabat, sebaliknya pengusaha yang curang bisa membuat suatu bangsa mengalami krisis atau bahkan kebangkrutan. Rasululloh sangat mengapreasi pedagang yang jujur (attajir as shaduq) sehingga beliau mengatakan bahwa pedagang yang jujur kelak akan duduk di sisi Nabi di sorga.

  1. Pilar ke empat; kedermawanan orang kaya

        Tidak semua orang bisa menjadi kaya, oleh karena itu sudah selayaknya orang kaya  memperoleh penghormatan dari masyarakat. Kata Nabi, kedermawanan orang kaya akan menjadi pilar dari masyarakat atau bangsa yang bermartabat. Oleh karena itu orang kaya tidak perlu dimusuhi. Kuncinya ialah bahwa orang kaya harus memiliki pemihakan kepada masyarakat luas’ Al Qur’an menyebutkan bahwa didalam harta si kaya ada hak-hak orang lain yang membutuhkan (wafi amwalihim haqqun lissa ili wal mahrum) dan dalam hal ini Umaro bisa melakukan regulasi agar kelompok orang kaya di samping memperoleh penghargaan juga diatur agar kontribusi sosialnya lancar dan tepat guna.

  1. Pilar ke lima; doanya orang miskin
       Pada masyarakat di mana orang kaya berpihak kepada orang miskin, maka orang miskin akan mendoakan dan membela orang kaya. Oleh karena itu kedermawanan orang kaya akan berperan dalam membangun harmoni social sekaligus menghilangkan kecemburuan sosial,

  1. Pilar ke enam; disiplin para pekerja

    Pekerja atau buruh adalah mereka yang menggantungkan hidupnya pada pekerjaannya, karena modalnya hanya tenaga dan keahlian. Dalam tatanan masyarakat modern, kaum pekerja bisa menjadi kekuatan politik, bahkan bisa mendirikan sebuah partai yang disebut partai buruh. Hubungan harmonis antara majikan dan pekerja adalah pada pemberian upah yang memadai. Dalam hal ini, umaro bisa menjadi jembatan dalam membangun hubungan harmoni antara majikan dan pekerja. Jika masyarakat pekerja disiplin dalam pekerjaannya, maka pelayanan public akan lancar,  kehidupan sosial akan harmoni. Ekploitasi kepada kaum pekerja dalam waktu lama akan bisa menjadi bom waktu yang cepat atau lambat akan meledak, melahirkan anarki.

3. Prasyarat datangnya berkah

Allohu Akbar 3x
      Kaum muslimin yang berbahagia

     Selama krisis menerpa negeri ini, kita merasakan adanya kegersangan, adanya keanehan dan adanya ketidakpastian. Sungguh aneh, di negeri yang amat subur, kok  banyak yang  miskin. Di negeri yang mayoritas penduduknya beragama kok banyak korupsi dan perilaku anarkis. Hutan yang mestinya memberi kesejukan, justru gundul dan terbakar, dan bukan udara segar yang kita terima tetapi kabut asap. Penduduk besar yang mestinya menjadi potensi SDM, justru menjadi beban. Kita suka impor barang kemewahan dari luar negeri, tapi yang  kita ekspor ke luar negeri hanya tenaga kerja kasar dan babu yang upahnya rendah.

        Itu semuanya berkaitan dengan hilangnya keberkahan dari negeri ini.  Berkah adalah daya guna nikmat secara optimal. Ada negeri yang tidak memiliki sumber daya alam, tetapi rakyatnya makmur. Kita kaya dengan sumberdaya alam, tetapi kita miskin. Kenapa ? ya karena daya guna nikmat sumberdaya alam tidak optimal, atau tidak berkah. Kenapa keberkahan bisa hilang ? menurut al Qur’an, berkah itu harus didukung oleh infrastruktur.


 Artinya : seandainya penduduk suatu negeri perilakunya mencerminkan iman dan taqwa, niscaya  Aku buka pintu berkah, baik dari langit maupun dari dalam bumi. Sayang mereka mendustakakan Ku, maka Aku timpakan kepada mereka hukuman sesuai dengan apa yang mereka perbuat.(surat al ~A`raf 96)

       Berkah dari langit, bisa berupa hujan dan kehangatan matahri dan udara yang sehat. Berkah dari bumi bisa air, minyak, emas, batu bara, gas dan juga tumbuh-tumbuhan. Seandainya itu semua menjadi berkah, maka kemakmuranlah yang akan dinikmati. Sebaliknya jika keberkahan ditarik oleh Tuhan, maka hujan menjadi bencana banjir, hutan menjadi  perusak ekosistem, gas menjadi lumpur seperti yang sedang dialami oleh saudara-saudara kita di Sidoarjo. Energi gas yang melimpah malah dijual dengan sangat murah seperti yang diramaikan dengan kasus gas Tangguh, Kenapa begitu ? karena perilaku kita tidak mencerminkan iman dan takwa.

Wujud iman dan takwa dalam tatanan kehidupan sosial adalah bersih, jujur, disiplin, adil, tertib, sederhana dan rendah hati. Hidup kotor dan glamourisme akan mendatangkan penyakit, Ketidak-jujuran akan menimbulkan ketimpangan, ketidak-adilan akan melahirkan anarki, dan kesombongan dan glamourisme akan menjerumuskan kita pada kemubaziran.

Allohu akbar 3x
Kaum muslimin yang berbahagia

Meski bangsa masih menghadapi  berbagai kesulitan, kita tidak boleh berputus asa, karena sebagai ummat yang beragama, kita yakin akan pertolongan Alloh swt. Selagi kita bersungguh-sungguh berusaha dan bermohon kepada Nya, niscaya Alloh akan mengabulkan doa kita. Belajar kepada semangat Romadlan di mana dulu pada bulan Romadlan pula proklamasi kemerdekaan negeri kita dikumandangkan, maka marilah dengan semangat Ramadan dan semangat Idul Fitri, kita berusaha membangun kembali negeri ini, mari kita bangkit kembali dari keterpurukan yang menimpa negeri kita. Jangan kita takut kepada kesulitan, karena Tuhan menjanjikan kepada kita, jika perilaku kita mencerminkan iman dan takwa, maka kata Alloh, dibalik kesulitan ada kemudahan, (inna ma`al `usri yusra).  Mari kita atasi satu persatu problem kita, karena seperti yang dikatakan oleh filsafat Cina, bahwa tidak akan ada angka seribu jika tidak ada yang memulai dengan menulis angka satu.

Memang, menyerukan gagasan-gagasan mulia pada era global sekarang seperti orang menebar benih di musim kemarau, tidak mau tumbuh. Tetapi jika kita tidak mau menebar juga, nanti ketika musim hujan yang tumbuh hanya alang-alang. Oleh karena itu mari jangan bosan untuk terus menerus menyerukan kebenaran meski tidak laku, karena hukum mengajarkan bahwa tidak ada gelap yang selamanya. Pada saatnya nanti suara kebenaran akan menjadi rujukan utama.

Akhirnya, marilah kita berdoa kepada Alloh s.w.t. berdoa untuk kita, untuk keluarga kita, untuk negeri kita dan juga untuk saudara-saudara kita di belahan bumi yang lain, di Afganistan, di Irak, di Palestina, kiranya Alloh menurunkan berkahNya kepada kita semua

Wahai Tuhan yang berkuasa memudahkan semua kesulitan,
wahai  Tuhan yangberkuasa mengumpulkan segala  yang berpisah,
wahai Tuhan yang menjadi sahabat bagi  setiap orang yang kesepian,
Wahai  Tuhan yangberkuasa  mencukupi kebutuhan bagi setiap orang yang kekurangan,
wahai Tuhan, Pemberi  kekuatan  kepada si  lemah,
wahai Tuhan yang memberikan rasa aman bagi setiap orang yang dilanda ketakutan,
Berilah kemudahan pada kami 
atas segala kesulitan-kesulitan kami,
karena menghilangkan kesulitan itu mudah saja bagi Mu ya Allah.

Ya Alloh ya Tuhan kami,
Tunjukkanlah kepada kami bangsa Indonesia, rakyatnya dan pemimpinnya,
Pada jalan Mu yang lurus, jalan yang telah dicontohkan oleh para Nabi, syuhada dan salihin,
Bukan jalan dari orang-orang yang Engkau murkai
Dan bukan jalan dari orang-orang yang tersesat

Ya Alloh ya Tuhan kami,
Perlihatkan kepada kami bangsa Indonesia, yang benar ya Alloh nampakkan sebagai kebenaran, dan berilah kekuatan kepada kami untuk senantiasa mengikutinya.
Perlihatkan pula kepada kami ya Allah, yang salah nampakkan sebagai kesalahan, dan berilah kekuatan kepada kami untuk senantiasa menjauhinya.

Ya Alloh ya Tuhan kami, kami menyadari selama ini kami banyak melakukan kesalahan dan kekeliruan,
Tetapi ya Allah, jangan Engkau hukum kami
Jangan pula kau timpakan beban berat seperti yang pernah Engkau timpakan kepada bangsa-bangsa sebelum kami,
Dan jangan pula Engkau bebankan kepada kami, beban berat yang kami tidak sanggup untuk menanggungnya.


Senin, 29 Agustus 2011

Selamat Idul Fitri 1432 H.

Berdasarkan pengumuman Menteri Agama Republik Indonesia melalui media masa, baik televisi maupun radio, pemerintah menetapkan bahwa 1 Syawal 1432 H. jatuh pada Rabu, 31 Agustus 2011. Untuk itu, kami selaku Panitia Bersama Sholat Idul Fitri 1432 H. mengucapkan kepada seluruh jamaah di 6 DKM di lingkungan perumahan Pondok Sukmajaya Permai dan sekitarnya:

                                                  SELAMAT IDUL FITRI 1432 H.
                                      MOHON MAAF LAHIR dan BATIN

Semoga Allah SWT. meridhoi kita dan memasukkan kita ke golongan orang-orang yang bertaqwa.

Dengan ini kembali kami mengajak Bapak/ Ibu/ Saudara/ Saudari kaum muslimin untuk menghadiri sholat Idul Fitri 1432 H. di perumahan Pondok Sukmajaya Permai pada tanggal tersebut di atas, mulai dari Gapura hingga jalan utama menuju Posko RW.03. Bertindak selaku khotib adalah:

                                                  Bp. Prof. Dr. Achmad Mubarok, MA
                                               Guru Besar Psikologi Islam dan Pengasuh Mubarok Institute

Rangkaian kegiatan sholat Idul Fitri tersebut akan dimulai Pk. 06.00 hingga Pk. 08.00 WIB. Kami juga berharap, sudilah kiranya jamaah membawa uang untuk infaq dalam mempercepat pembangunan masjid Al-Amin yang berada di Pondok Sukmajaya Permai Blok D, RT.09/03 Depok. Semoga infaq yang Bapak/ Ibu/ Saudara/ Saudari berikan untuk pembangunan masjid akan Allah balas dengan membangunkan rumah mewah di surgaNya. Aamiin.

Sebelum kegiatan sholat Idul Fitri 1432 H., malam hari sebelumnya (Selasa malam) akan dilaksanakan malam takbir, baik secara tetap (statis) di panggung dekat Gapura maupun keliling komplek perumahan (berkumpul di Masjid Al-Muttaqin ba'da sholat Isya). Bagi kaum muslimin yang ingin bergabung dipersilakan, bagi yang tidak, tetap dipersilakan mengumandangkan takbir sendiri-sendiri, baik terucap maupun dalam hati.
 

Sabtu, 27 Agustus 2011

Pembuatan Garis Shaf

Pada Sabtu, 27 Agustus 2011 mulai Pk. 22.00 hingga Minggu, 28 Agustus 2011 Pk. 01.20 telah dilaksanakan pembuatan shaf dengan cara mengecat secara manual mulai dari gapura hingga mendekati Posko RW.03. Cat yang digunakan adalah cat pemberian Bp. H. Suryadi dari masjid Al Muttaqin sebanyak 6 kaleng @ 2,5 liter.

Adapun teknik pembuatan garisnya dilakukan sebagai berikut:

1. Dibuat pedoman awal tentang arah kiblat oleh Bp. Suripto, kemudian dibuat garis lurus menggunakan tali rafia dari ujung yang satu ke ujung lainnya;
2. Diletakkan triplek yang telah digergaji sedemikian rupa sehingga terdapat lubang garis di tengahnya selebar 5 cm; penggergajian dilakukan oleh Bp. Marsono, Bp. Yahya, Bp. Joko, Bp. H. Heri dan lain-lain yang dilakukan beberapa hari sebelumnya. Ada sekitar 10 set triplek tersebut;
3. Lubang dari triplek tersebut kemudian dicat.

Agar lebih cepat, maka dilakukan pembagian tugas, yaitu: (1) pematok tali rafia dari satu ujung ke ujung lain; (2) peletak triplek, dan (3) pengecat. Patokan dibuat sebanyak dua shaf, sehingga ketika satu shaf sedang dicat maka shaf lain sudah siap diletakkan triplek, demikian seterusnya.

Dalam kesempatan itu hadir Koordinator Umum Pelaksana, Bp. H. Masduqi Ikhsan dan Sekretaris Bp. Bambang Wahyudi yang keduanya ikut ambil bagian dalam proses pengecatan. Hadir pula, penasihat, Bp. Herman Basiman Sutan Mudo.

Jika diamati, maka peserta terbanyak dari mushola Nur-Rahman, mereka adalah: (1) Drs. H. Bambang Susilo, MSi, selaku Ketua DKM (2) H. Syarnubi, SE.Ak, selaku Bendahara DKM (3) Miskar Jaenudin, SE., (4). Maulana, ST., (5). Ir. H. Heri Susilo, (6) Said, (7) Dr. Bambang Wahyudi, (8)Syamsul, ST., (9) Herman Basiman Sutan Mudo, MA., (10). Syahruddin.

Panitia lain yang tampak seperti (1) Bp. Dradjat, SE., MM, (2) Bp. Yahya, (3) Bp. Joko, (4) Bp. Helmy, (5) Bp. Marsono, (6) Bp. Anwar Yudiono, (7) Bp. Abd. Qodir, (8) Bp. Hendri Sarosa, (9) Bp. Suryadi Al-Amin (10) Bp. Suripto, dan lain-lain.

Di luar panitia, ada pula jamaah yang dengan sukarela membantu proses pembuatan garis-garis shaf, antara lain Bp. Slamet Subur (Ketua RT.01/03), Penjual jamu, beberapa pengemudi becak, dan lain-lain.

Hambatan dalam pengerjaan tersebut dapat dikatakan tidak ada, hanya masih banyaknya kendaraan yang lalu lalang membuat garis-garis yang masih basah terlindas.

Dalam perbincangannya Bp. H. Masduki Ikhsan berkata: "Inilah yang disebut dengan persatuan umat, ukhuwah Islamiyah, semua saling membantu dalam bekerja sama, tidak ada yang merasa lebih tinggi dari yang lainnya dan tidak ada yang merasa lebih rendah rendah"
Pak Slamet sedang membantu membersihkan lapangan
Alat-alat kerja selanjutnya disimpan di Mushola Baitul Jamaah untuk melakukan hal yang sama pada saat pelaksanaan shalat Idul Adha 1432 H.

Mushola Baitul Jamaah selama ini dijadikan basis untuk beberapa pertemuan akhir menjelang hari H karena memang posisinya yang berada di dekat Gapura, pusat pelaksanaan shalat Idul Fitri 1432 H.

Mau lihat foto-foto persiapan ? klik di sini !

 

Rabu, 24 Agustus 2011

Aksi Lapangan

Pada Sabtu malam Minggu ini (27/8), Panitia akan bersama-sama 'terjun' ke lapangan. Panitia akan melakukan pembuatan garis-garis shaf yang dimulai pada sekitar Pk. 21.00 di kawasan kios timur. Adapun yang sudah dikerjakan sebelumnya (23/8) adalah pemasangan spanduk dan baliho. Baliho tersebut berukuran panjang 4 meter dan lebar 3 meter.
 
Baliho 3 x 4 meter persegi
Baliho diletakkan di sisi timur di luar gapura (di dekat tukang tanaman/ taman).

Selain baliho, dipasang pula dua spanduk, Satu spanduk dipasang di dekat gapura, dan satu lagi di dekat kantor Kelurahan Sukmajaya. Sponsor utama kegiatan ini diberikan oleh Bank Syariah Mandiri (BSM).

Barikut ini contoh baliho, spanduk, dan Tanda Panitia (name tag).

Telah dipasang pula enam umbul-umbul berlogo BSM di sisi kiri dan kanan jalan masuk perumahan (sebelum gapura). Empat umbul-umbul lagi nanti dipasang di sisi-sisi panggung atau mimbar khutbah. Begitu juga satu baliho 3 X 4 meter persegi akan dipasang lagi sebagai latar belakang (background) panggung atau mimbar khutbah.

Pada Jumat dini hari (26/08), spanduk eksternal (berlogo sponsor) mulai dipasang. Spanduk pertama diletakkan di jalan utama perumahan Pondok Sukmajaya Permai, di dekat Posko RW.03. Jadi di sepanjang jalan utama (1700 meter) ada 3 spanduk.
Spanduk 1 x 5 meter persegi
Spanduk kedua diletakkan di ruas jalan Tole Iskandar di seberang gerbang perumahan Bella Casa.  Spanduk ketiga diletakkan di ruas jalan Tole Iskandar di seberang pintu gerbang perumahan Griya Lembah Depok. Spanduk keempat dipasang di pertigaan Polsek Sukmajaya, dan spanduk kelima dipasang di ruas jalan Tole Iskandar yang menuju ke perumahan warga RW.04.
Spanduk I: Jalan Utama PSP-Depok

Sedangkan 10 umbul-umbul berlogo sponsor telah dipasang seluruhnya. 3 umbul-umbul berada di sisi kiri luar gerbang perumahan (di tepi jalan Tole Iskandar), 3 umbul-umbul berada di sisi kanan luar gerbang perumahan, dan 4 umbul-umbul dipasang di sisi kiri dalam gerbang perumahan yang nantinya di sebelahnya akan didirikan mimbar atau panggung tempat Khotib menyampaikan khutbahnya.

Adapun baliho sponsor akan dipasang pada Minggu, 28 Agustus 2010 bersamaan dengan didirikannya panggung/ mimbar. Baliho tersebut akan dijadikan latar belakang mimbar tersebut.
Spanduk II: Seberang Bella Casa


Spanduk III: Seberang Griya Lembah Depok
Spanduk IV: Pertigaan Polsek Sukmajaya


Foto-foto persiapan lainnya bisa dilihat (juga diunduh) di sini.









Spanduk V: di ruas jalan Tole Iskandar menuju RW.04
3 umbul-umbul  BSM:di sisi kiri gerbang luar PSP (Jl. Tole Iskandar)











3 umbul-umbul BSM di sisi kanan gerbang luar PSP (Jl. tole Iskandar)










4 umbul-umbul BSM: di sisi kiri gerbang dalam PSP